Antologi Puisi 2



Pada Sunyi Aku Titipkan Rindu

“Biarkan aku pergi menjauh darimu, dan pada sunyi aku titipkan rindu ”
Dibawah beringin depan beranda tanian rumahku
Suaramu bergetah pada anyir dedaunan
Masih kuhapal setiap kata sebelum suara menjelma langkah
“Jika nanti aku menjelma bayang, biarkan aku terbang sebebas burung”
Ucapmu pada sore itu
Sementara malam masih temaram aku berdiam diantara kelam
Gerimis tiba-tiba runtuh memaksaku untuk berteduh
Dibalik jendela kembali aku mengenangmu lewat angin yang membawa dingin
“Ini percintaan yang sakral, mautpun tak sanggup untuk memisahkan”
Nyatanya waktu lebih angkuh dari pada kematian
Membawaku pada altar doa dan kehampaan
Mengiringi setiap langkah nun jauh kau disana
Dan pada sunyi aku titipkan rindu.
Sampai akhirnya kokok ayam membangunkanku untuk bersubuh.
Malang, 18 April 2014





 (antologi "Monologi Hati" Pena House)





Comments