“Tuliskan semua mimpimu,
biarakan Tuhan membacanya, biarkan pula Dia yang menjawabnya”
***
Malang, adalah kota
baru yang menerima kehadiran manusia sepertiku. Manusia dengan keterbatasan
mental, dengan cita-cita yang sepertinya jauh dari batas kesadaran. Seakan
mimpi hanyalah seonggok kisah yang hadir dengan hiasan jubah kemerlap
bintang-gemintang dan dengan angkuh memamerkan keindahannya pada mahluk bumi.
Bintang yang enggan untuk turun dan selamanya tetap disinggasananya.
Aku hanya ingin
menulis kisah. Kisah tentang apa yang ada dalam pikiranku mengenai perjalanan
hidup yang telah berlalu. Aku ingin mengenang masa itu sebagai motivasi langkah
menembus batas masa yang akan datang.
Inilah catatan manusia
dungu. Aku lebih senang menyebut diriku dengan sebutan manusia dungu. Agar
tidak lagi bersahabat dengan kesombongan yang selalu puas dengan apa yang di
dapat hari ini. Inilah kisah tentang kehidupan, luka, duka, suka, cita, dan
cinta.
Kisah yang tersaji
dari pergolakan batin si penulis dalam menjalani kehidupan, semua derita dan
bahagia ia tuliskan dalam buku catatan. Termasuk pula mimpi, semua harapan yang
ia inginkan. Dengan harapan akan menemukan banyak ilmu dan ibrah (pelajaran) yang bisa mengantarkannya pada kesuksesan, dan
menemukan solusi dari setiap permasalahan yang menderanya.
Apakah ia berhasil
mewujudkan impiannnya, berapa banyak pelajaran yang ia dapatkan, mungkinkah
dengan menulis ia akan menemukan solusi dari setiap masalah seperti yang
diharapkan. Simaklah pergolakan batinnya, renungkan setiap pelajaran yang ia
dapat.
Kisah sederhana, pesan
yang biasa, pelajaran yang tak seberapa, tapi dapat membangkitkan semangat dan
menghipnotis si pembaca untuk menyelam dan menjelma si aku.
Comments
Post a Comment