Kemana Dirimu



Saban detik aku terusik
Mencari keberadaanmu yang pelik
Hingga malam enggan menyapa
Memburu napas yang kian alpa

Tanya kemana dan pada siapa
Aku berangkat mengetuk pintu-Nya
Dari amin aku bercermin
Berharap kita segera bermain

Pada siapa lagi aku bertanya
Tentang keberadaanmu yang entah kemana
Jiwa ini mulai gersang
Merindukan pertemuan yang terpandang

Sebab musim mengarak langkah
Kuberanikan diri menghampar sajadah
Ini kesekian kalinya aku bertanya
Dimana keberadaanmu yang sesungguhnya

Tak ada lagi jawaban
Untuk satu pertanyaan kegelisahan
Dari sajak aku tenggelamkan
Segala tanya yang tak berkesudahan

Sampai akhirnya aku  mendengar kabar
Tentang keberadaanmu dari surat kabar
Aksi saling amuk dan cakar-mencakar
Yang kian hari kian menjalar

Itu bukan dirimu yang aku tunggu
Bela hatiku meneguhkan kepercayaan yang pilu
Sebab ganasnya harimau yang mencengkram
Masih punya hati yang mendalam

Aku hanya bisa menunggu
Kedatanganmu wahai saudara-saudariku
Kembalilah kejalan yang satu
Karena badanku dan badanmu terlahir untuk bersatu

Merajut langkah menuju keharibaan sang pencipta

Malang, 01 November 2014

Comments