Kumpulan Puisi

Rindu Telah Bergetah di Hatiku
Ombak mana yang mampu menerjang
Bila rindu telah bergetah di hatiku
Hatiku bukanlah karang yang bisu
Yang mudah di permainkan ombak kemanapun ia mau
Walau kau jauh
Doamu masih erat menyetubuhi
Membelai hangat dan mendesir di aortaku
Angin mana yang mampu menyapu
Bersihkan bongkahan rindu
Walau topan-badai bersatu
Takkan mampu
Karena rindu telah bergetah di hatiku
Sumenep, 2011
Coban Rondo*
(Bersama ibu jonety win andriani,
saudari nurul qomariah, dan saudara di pesma attanwir)
Hentakan kaki yang kau sambut dengan senyum mawar
Telah kusimpan dikedalaman lubuk jauh pada bulan kedua
Bersama mereka, kubiarkan deru air menghujam tubuhku
Yang sekian lama diburu rindu
Tak kuasa kurapal mantra dari doa yang tak kunjung reda
Atas kuasa-Nya yang mengajariku makna alam yang
Bersenandung tentang gugur daun di musim itu
*(salah satu tempat wisata air terjun di malang)
Malang, 2013
Membaca Suratmu
membaca suatmu,
seperti butiran air yang menetesi petak sawahku
begitu teduh hingga benihbenih tumbuh
dan kemarau enggan menari kembali
meski hanya sekedar untuk berlabuh
membaca suratmu,
kembali kuhidupkan abjadabjad kaku
yang sekian lama membatu
lihatlah, mereka kini berbaris merapal makna
meranumkan buahbuah sabu
membaca suratmu,
kuselami setiap kata yang mengepulkan asapasap rindu
hingga aku tersadar, kokok ayam membangunkanku untuk bersubuh.
Malang, 2012
Keasingan
Tak lagi kuteguk asin laut yang bercerita tentang ikan dan nelayan
Juga cicit burungburung pada pagi siang sore hari
Usia menapaki jejak petualang
Bergelayutjingkraklompat menggagahi persinggahan demi persinggahan
Pada koridor kata dalam sukaduka luka citacinta
Dan cerita bergumul merangkai aksara
Narasi bergerak melayang terbang bersama liukan
Angin dan gelombang pasang
Sementara kesunyian merajam diam pelupuk waktu
Brawijaya, 2013

Comments