Perempuan di Depan Beranda


Perempuan di depan beranda itu memanggul nyeri
Luka menganga tertutup kain di dadanya
Tapi tak kudengar rengek mengaduh
Kecuali senyum yang teduh.

Perempuan di depan beranda menanggalkan cerita cinta.
MembiarkanOrang-orang terdekat memungutnya
Tak lagi ia hiraukan suara gaduh
Sebab kehidupan memintanya tetap berpacu;
Meninggalkan peristiwa lebur berlalu.

Di matanya tersimpan cerita
Gambar jejak kaki yang langkahnya selalu sama.
Sampai hari ini tak lagi kudengar kabar
Tentang perempuan di depan beranda itu.

Sekalipun ia memanggul nyeri
Baginya, hidup untuk dinikmati.
Dan luka takkan pernah sembuh
Ketika hati mudah berlabuh

Bila kalian bertemu
Tak akan terdengar rengek aduh;
Kecuali senyum yang teduh.

Sumenep, 2015

Comments