Ramu Kata 5 - KENANGAN


Saat mereka bertanya, aku selalu bilang tidak tahu kapan terakhir kita bertemu, dan sudah berapa lama kita saling menjauh. Aku selalu bilang dengan suara lantang bahwa sedikitpun kau tak pantas untuk di kenang. Tapi satu yang harus kau tahu, semua kulakukan demi membuang semua bayang tentang senyuman dan cubitan kecil darimu, ketika dulu aku bilang sayang.

Saat mereka bertanya, aku selalu punya cara untuk menghentikan pertanyaan selanjutnya. Dengan apa, tentunya dengan mengiyakan segala prasangka dan membiarkan mereka tertawa saat aku duduk dipinggir jendela, melihat hujan yang tak kunjung reda.

“Hahaha.... melihat hujan sama saja membiarkan hatimu terhujam”
“Mungkin kau benar, tapi hatiku masih bersinar”
“Bersinar untuk redup kembali”
“Hahaha.... redup bukan berarti mati”

Saat mereka bertanya, aku selalu berharap bisa kembali menjalani hari sebelum kita bertemu, sebelum kita mengabadikan waktu, sebelum ingtanku penuh dengan senyum nakalmu. Jujur, aku kehilangan cara untuk menghapus kenangan itu.

Saat mereka bertanya, aku selalu bilang “seperti hujan, kenangan begitu sulit ditiadakan. Ia datang dan kita menunggu, sampai menghilang digantikan waktu”. Seperti hari ini, hujan dan kenangan tidak lagi mengenal kapan musimnya. Sementara waktu, aku tidak tahu seperti apa wujudnya.

Saat mereka bertanya tentang kabarku, kira-kira seperti apa jawabmu?

Comments