Ramu Kata 8 - FOTO



Masih ingatkah kau dengan foto yang terpajang di berandaku. Kau menghentikan waktu sejenak untuk sekedar kenangan.

Katamu, ini cerita kita. Biarkan masa memenjarakan sedemikian peristiwa. Agar mulut tetap sanggup bercerita pada kawanan burung angsa, atau angin yang mengirim gigil.

Masih ingatkah kau dengan perbincangan itu. Semua serba khayal, satu pun tak ada yang nyata. Kau benar, ternyata pura-pura lebih indah dari segala yang nyata tapi fana.

Masih ingatkah kau?

Kita duduk larut pada perhelatan altar dimensi ke tiga. Pada setiap perbincangan kita selalu tertawa. Mengaramkan kesedihan terpojok jauh dalam jurang ngarai doa.

Masih ingatkah kau, kawan.

Comments