Ramu Kata 9 - MAAF



Mei, tanpa perjanjian aku melihatmu di sebuah meja, memainkan ponsel sambil memandang ke segala arah. Apakah kau melihatku, entahlah. Aku masih memandangimu dari balik jendela. Sedang apakah kau di sana, tanyaku. Berharap tak ada yang kau tunggu. Sebab aku ingin menyapamu, sebelum lebih dulu lelakimu.

Empat tahun aku pergi, sementara kau masih menunggu. Empat tahun aku menyendiri, sementara kau masih menanti.

Aku pun menghampiri, seolah-olah ingin memesan kopi. Kau pun menanggapi, seolah-olah tak percaya diri. Aku tahu kau pun tahu, kita basa-basi biar tak ada hati yang tersakiti.

“Maaf ucapku, maaf ucapmu, maaf ucap lelakimu, maaf telah mengganggu”

Dan aku pamit pergi, dan kita tak pernah bertemu lagi. Dan aku ingin mengakhiri, dan kita sebaiknya menyepakati.

Comments